22/11/13

Lesson III (Pronoun)

LESSON III

PRONOUN

Pronoun adalah kata yang digunakan sebagai kata ganti dari data benda (noun). Pronoun dibagi dalam tujuh macam:
  1. Personal Pronoun (kata ganti orang)
  2. Possessive Pronoun (kata ganti empunya)
  3. Demonstrative Pronoun (kata ganti tunjuk)
  4. Relative Pronoun (kata ganti penghubung)
  5.  Interrogative Pronoun (kata ganti bentuk tanya)
  6. Indefinite Pronoun (kata ganti/sandang tak tentu)
  7. Emphatic and Reflexive Pronoun (kata ganti penegasan dan reflektip)

  1. PERSONAL PRONOUN

Personal pronoun adalah kata ganti yang berdiri sebagai pengganti orang yang sedang berbicara, orang yang diajak bicara, atau orang yang dibicarakan. Kata ganti orang (personal pronoun) dapat berupa subjek atau objuek sebuah kalimat.

Contoh:
  1. I have Desi as my best girl.                 (subjek)
  2. She is a kind lady.                              (subjek)
  3. My darling gave me a flower.             (objek)
  4. Desi visited them yesterday.               (objek)

Person
Subject
Object
First person singular
I
Me
Second person singular
You
You
Third person singular
He
Him

She
Her

It
It
First person plurat
We
Us
Second person plural
You
You
Thirt person plural
They
Them

Catatan:
Kata ganti orang (personal pronoun) I, you, he, she, dan we sebagian besar menunjukan kepada orang tetapi kata it biasanya menunjukan kepada makhluk yang tak bernyawa, benda tak bernyawa, kejadian, tempat, dan bahkan benda tak nyata. Kata they dalam berbagai bentuknya dapat menunjukan kepada dua orang dan dua benda.



21/11/13

Lesson II Noun

LESSON II

NOUN

Noun adalah kata yang digunakan sebagai nama dari segala sesuatu; nama orang, hewan, benda, tempat, keadaan, sifat atau ide. Noun dibagi ke dalam enam macam:

  1. Proper Noun
  2. Common Noun
  3. Material Noun
  4. Collective Noun
  5. Abstract Noun
  6. Possessive Noun

A.  PROPER NOUN
Proper noun adalah kata yang berkedudukan sebagai nama seseorang, negara atau nama apa saja yang dimulai dengan huruf kapital.
Contoh:
  1. Desi reads Qur'an.
  2. Palembang is the city of South Sumatera.
  3. Hamzah r.a. was martyred in Uhud.
Catatan:
Ø  Desi berkedudukan sebagai nama seseorang.
Ø  Palembang berkedudukan sebagai nama kota.
Ø  Uhud berkedudukan sebagai nama tempat.
Ø  Semua kata di atas dimulai dengan huruf kapital. Maka, semua kata ini dikenal dengan Proper Noun.
Latihan

Tentukan kedudukan setiap kata yang bergaris bawah!

  1. I met Desi yesterday. (nama seseorang)
  2. I go to England. (nama…)
  3. Today is Wednesday. (nama…)
  4. Desi lives in OKU. (nama…)
  5. In holiday Desi visit Kambang Iwak. (nama…)
  6. The Musi flows north. (nama…)

  1. COMMON NOUN
Common noun adalah kata yang menunjukan tidak hanya kepada satu benda tertentu, tetapi mencakup banyak benda yang sejenis.
Contoh:
  1. Desi, take your book please!
  2. I see a woman yesterday.
  3. Every student has to read his lesson.
Catatan:
Ø  Kata "buku", tidak menunjukan kepada buku tertentu, (al-Qur'an, buku ini, buku kuning, dll) tetapi dapat berarti umum, semua jenis buku.
Ø  Kata "wanita", tidak menunjukan kepada wanita tertentu, (Desi, Susi, Susanti dll) tetapi dapat berarti umum, semua wanita.
Ø  Kata "pelajaran", tidak menunjukan kepada pelajaran tertentu, pelajaran fisika, pelajaran matematika atau yang lainnya. Tetapi umum untuk semua jenis pelajaran.
Latihan

Lengkapi dengan kata umum (common noun)!
  1. Every one has to respect his…
  2. I see … in the zoo.
  3. Don't drive … in hurry.
  4. The wild animals live in…
  5. Every teacher loves his…
  6. Read your … otherwise you will fail in your exmination.
  7. Don't bring my…
  8. Many people go to the beach by … during the weekend.

  1. MATERIAL NOUN
Material noun adalah kata yang menunjukan barang atau bahan, atau bahan asal pembuatan sesuatu.
Contoh:
  1.  Salt is necessary to live.
  2. This ring made of gold.
  3. That lady is dressed in cotton.
  4. The fish lives in water.
  5. That temple was built of marble.
  6. The table is made of wood.

Latihan
Buatlah kalimat dari material noun berikut!
  1. Silver
  2. Stone
  3. Sand
  4. Steel
  5. Iron

  1. COLLECTIVE NOUN

Collective noun adalah kata yang memiliki arti banyak, sebuah group perkumpulan dsb. Satu kata yang mengandung banyak.

Contoh:
  1. I see a large congregation at masjid.
  2. The army made the ceremony.
  3. Those are navy.

Catatan:
Ø  Kata "congregation", sebagai kata yang mewakili semua orang yang berada di suatu tempat di masjid untuk sebuah pekerjaan.
Ø  Kata "congregation" berarti manusia yang berkumpul bersama.
Ø  Kata "army" mewakili semua pasukan. Tidak hanya seorang prajurit saja.
Ø  Bagitu juga "navy".

Latihan

Cocokan collective noun berikut dengan keterangan yang ada!

Collective:
  1. Congregation
  2. Mob
  3. Staff
  4. Luggage
  5. Hosiery
  6. Cutlery
  7. Upholstery
  8. Furniture

Keterangan:
  1. Knives, forks and spoons.
  2. Trunk and suitcases taken on journey.
  3. Tables, chairs, beds, and cupboard.
  4. Cushion, and chair covers.
  5. Stocking, and socks.
  6. People in a riot.
  7. People employed at a place.
  8. People at worship.

  1. ABSTRACT NOUN

Abstract noun adalah kata yang menunjukan kepada suatu sifat, keadaan atau tindakan yang terlepas dari hal khusus apapun atau objek materi.

Contoh:
  1. Quality (sifat): I will be happy with your kindess.
  2. State (keadaan): we have good pleasure today.
  3. Action (tindakan): Islam is my choice.

Abstract noun dapat dibentuk dari kata kerja (verb), kata umum (common), kata sifat (adjective), atau dari kata kerja itu sendiri (same verb).




  1. Dari kata kerja (verb)
Verb
Abstract Noun
Advise (menasehati)
Believe (mempercayai)
Choose (memilih)
Expect (mengharapkan)
Free (membebaskan)
Judge (mempertimbangkan)
Live (hidup)

Advice (nasehat)
Belief (kepercayaan)
Choice (pelihan)
Expectation (harapan)
Freedom (kebebasan)
Judgement (pertimbangan)
Life (kehidupan)


  1. Dari kata umum (common)

Common Noun
Abstract Noun
Bond (ikatan)
Brother (saudara laki2)
Friend (teman)
Hero (pahlawan)
Man (orang laki2)
Rascal (bangsat)
Thief (pencuri)

Bondage (perbudakan)
Brotherhood (persaudaraan)
Friendship (pertemanan)
Heroism (kepahlawanan)
Manhood (keberanian)
Rascality (kekurangajaran)
Theft (pencurian)


     3. Dari kata sifat (adjective noun)

Adjective
Abstract Noun
Brave (berani)
Dark
Deep
High
Honest
Hot
Just
Long
Poor

Bravery (keberanian)
Darkness
Depth
Height
Honesty
Heat
Justice
Length
Poverty


      4. Dari kata kerja itu sendiri (same verb)

Verb
Abstract Noun
Cry (menangis)
Desire
Fear
Help
Hope
Laugh
Love
Walk
Taste

Cry (tangisan)
Desire
Fear
Help
Hope
Laugh
Love
Walk
Taste



       F. POSSESSIVE NOUN

Ketika kita berbicara tentang barang milik kita, itu berarti hak kepemilikan kita. Kita mungkin juga bermaksud menunjukan bahwa barang itu milik orang lain atau bagian darinya. Kata bergaris bawa pada contoh berikut merupakan kata benda (noun). Kata ini disebut kata kepemilikan (possessive noun), karena kata tersebut menunjukan kepemilikan dari kata benda (noun) setelahnya.

Contoh (perhatikan penambahan tanda petik dan huruf s):
  1. Desi's sincerity. (kesungguhan hati desi)
  2. Desi's  hand. (tangan milik desi)
  3. House's roof. (atap milik rumah)
  4. Desi's ability. (kecakapan desi)
  5. Student's book. (buku milik murid)

Untuk membentuk kata kepemilikan dari kata benda tunggal, tambahkan tanda petik ( ' ) dan huruf "s".

Singular (kata tunggal)
Possessive form
Ali
Ali's house
Hendy
Hendy's car
Desi
Desi's ability
Putra
Putra's face

Untuk membentuk kata kepemilikan dari kata benda jamak, hanya dengan menambahkan tanda petik ( ' ) setelah huruf "s".

Plural (kata jamak)
Possessive form
Drivers
Drivers'
Pilots
Pilots'
Teams
Teams'
Students
Students'

Tetapi jika kata benda jamaknya tidak diakhiri dengan huruf "s", tambahkan tanda petik ( ' ) dan huruf "s" setelahnya.

Plural
Possessive form
Children
Children's
Men
Men's
Women
Women's


Lesson I (Parts of Speech)

lesson 1

parts of speech

dilihat dari segi arti dan fungsi, kata-kata dalam Bahasa Inggris dikelompokan menjadi beberapa bagian yang dikenal dengan istilah "parts of speech". ada delapan parts of speech; Noun (benda), Pronoun (kata ganti), Verb (kata kerja), Adjective (kata sifat), Adverb (kata keterangan), Preposition (kata depan), Conjunction (kata penghubung) dan Interjection (kata seru).

A. Noun
Noun adalah kata yang digunakan sebagai nama dari segala sesuatu; nama seseorang, nama binatang, nama barang, nama tempat, keadaan, kualitas atau suatu ide gagasan.
contoh:
a. Desi is praying tahajud
b. Desi has a cat in her house
c. Desi, read your book, please!
d. Palembang is Desi's country
e. Desi has good pleasure today
f. Desi will be happy with your kindness bro.
g. My belief in Allah, saves me.

B. Pronoun
Pronoun adalah kata yang digunakan sebagai kata ganti untuk noun
Contoh:
  1. Desi says that she has finished the work
  2. Desi cleans herself everyday.
  3. That is Desi's Qur'an.
  4. Desi likes the person who is diligent.
  5. What must we do now?
  6. These shoes are mine.
  7. Nobody did nothing.
C. Verb
Verb adalah kata yang menunjukkan suatu perbuatan atau keadaan serta waktu terjadinya.
Contoh:
  1. Desi reads Qur'an.
  2. Desi is praying subuh.
  3. Desi studied Arabic language.
  4. Moonbeam appear at night.
  5. Desi looked tired.
  6. Desi is a student.
  7. Desi had a good idea.
D. Adjective
Adjective adalah kata yang memberi sifat kata kerja (Noun) atau kata ganti (Pronoun).
Contoh:
  1. Desi studies English lesson.
  2. Desi is a diligent girl.
  3. Desi has two books.
  4. Desi has some books.
  5. These students are learning well.
  6. Every pupil has to study.
  7. What time is it now?
  8. Here is our room.
E. Adverb
Adverb adalah kata yang menerangkan suatu kata kerja, kata sifat atau kata keterangan (adverb) lainnya.
Contoh:
  1. Desi eats quickly.
  2. She speaks English well.
  3. This Masjid is very large.
  4. The problem is too difficult.
  5. They talk extremely fast.
  6. That driver drives more slowly.
F. Preposition
Preposition adalah kata yang diletakkan sebelum kata kerja atau kata ganti untuk menunjukan hubungannya dengan kata lainnya dalam sebuah kalimat.
Contoh:
  1. My mother cuts bread with knife.
  2. Desi goes to campus.
  3. Please! Stay for lunch.
  4. The pen is on the table.
  5. I don't care for standing in queues.
  6. What can you do besides typing?
  7. After swimming I felt cold.
G. Conjunction
Conjunction adalah kata yang digunakan untuk menggabungkan satu kata dengan kata yang lain, atau satu kalimat dengan kalimat yang lain.
Contoh:
  1. Desi and Putra are praying subuh.
  2. He is intelligent but lazy.
  3. John and Peter went to school but Grace stayed at home.
  4. Desi has breakfast before she goes to school.
  5. Because he was naughty, his parents punished him.
  6. Neither he nor his brother is trustworthy.
  7. We must be early; otherwise we won't get a seat.
H. Interjection
Interjection adalah kata seru atau ungkapan untuk mangungkapkan perasaan yang mendadak muncul dari pikiran atau emosi.

Contoh:

  1. Oh my God, protect me!
  2. Bah, he isn't actor!
  3. Well, you must go now!
  4. Uh, don't think over this problem too seriously.
  5. Oh, look at the tima!
  6. Hurrah! We have won!
  7. Alas! He realized his folly late.

18/11/13

Buku Syi'ah dari MUI (download)


agama syi'ah mulai berkembang di indonesia.
negara syi'ah: iran, suriah, irak dll.
siapa sih mereka?
dimana sih letak kesesatan mereka?
kenapa kita harus berhati2 dengan mereka?
download buku panduan dari bapak2 MUI tentang syiah neng kene:
http://www.scribd.com/doc/183188603/BUKU-PANDUAN-MUI-MENGENAL-MEWASPADAI-PENYIMPANGAN-SYI-AH-DI-INDONESIA#

Bahasa Indonesia (Islamisasi dan De-Islamisasi)

tulisan ini banyak saya ambil dari tulisan bapak2 INSISTS.
moga bermanfaat untuk pembaca
penyusun: Ahmad Putra Dwitama

PEMBUKAAN
Pepatah Arab menyebutkan: "yamutul-l fata min asratin min lisanihi # wa laisa yamutul mar'u min asrati-l rijli". Terjemahannya: "Seseorang pemuda mati karena lisannya # dan tidaklah mati karena terpelesetnya kaki." Jika dipahami dengan benar, maka dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa begitu urgennya menjaga perkataan. Lidah yang pada hakikatnya hanya sebuahdaging yang sangat lembut dapat menjadi pedang tajam yang bisa menusuk si empunya apabila salah dalam menggunakan. "Lisan yang baik menjaga keselamatan, namun sebaliknya timbulkan permusuhan, menjaga hati dan menjaga perasaan, di awali dengan, menjaga perkataan." Begitu kesimpulan dari sebuah group nasyid Ansyada.

08/11/13

Buruh = BUDAK Abad Modern


Buruh = BUDAK abad modern....
analisis oleh: Ahmad Putra Dwitama

bedanya, budak doeloe kala lebih mulia dari pada buruh zaman sekarang. 
        semua berawal dari trauma terhadap hegemoni gereja. berbagai masalah mulai terlihat menggerogoti dunia yang mulai tua. berbagai paham aliran negatif mulai bermunculan. kebebasan (liberalisme) yang menuntut dekonstruksi segala lini yang tak lagi sesuai dengan zaman, feminisme yang terlalu berhasrat menyamakan kedudukan laki-laki dan perempuan walau dari segi biologis dan psikologis sangat tak mungkin bisa disetarakan, sistem demokrasi yang menjanjikan bayang-bayang semu negara cinta damai dan keadilan. namun kenyataannya, negara 'sang pencetus' pun tak mampu berlaku adil.

05/11/13

Fawatih Suwar

Fawatih Suwar (Ulumul Quran)
oleh: Mentari Fajri Okta dan Ahmad Putra Dwitama

PENDAHULUAN

Al-Qur'an sebagai kitab suci terakhir bagi umat Islam, mengandung ajaran-ajaran serta petunjuk-petunjuk yang membutuhkan kemampuan khusus untuk dapat meng interpretasi dan memahami makna "tersembunyi"  yang terkandung di dalamnya. Bertahun-tahun, para ulama mufassir memberikan tata cara atau metode dalam menafsirkan al-Qur'an yang benar.
Dalam menafsirkan al-Qur'an, tentu tak sembarang orang dapat melakukannya. Perlu kemampuan khusus dan pemahaman mendalam terhadap beberapa disiplin ilmu yang berkaitan dengan penafsiran al-Qur'an. Ulumul Qur'an, sebagai salah satu disiplin ilmu yang diperlukan dalam menginterpretasikan al-Qur'an menjadi syarat mutlak untuk dikuasai oleh para calon mufassir.
Dalam makalah ini, penyusun mencoba menerangkan salah satu bab pembahasan dalam ilmu Ulumul Qur'an. Yaitu, Fawatihu as-Suwar.

Nama Lain Ilmu Tauhid Serta Penjelasannya

NAMA LAIN ILMU TAUHID
oleh: Ahmad Putra Dwitama

PENDAHULUAN

Agama islam, sebagai agama penutup dan penyempurna agama-agama sebelumnya memberikan pengajaran yang begitu komprehensif mencakup semua bidang kehidupan manusia. Dengan tiga kajian utama, Ketuhanan/Tauhid, Syari'at dan Akhlak memberikan tuntunan bagi umat manusia untuk mendapat kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Tauhid, sebagai masalah awal yang harus dipahami oleh umat islam, dalam salah satu ruang lingkupnya mencoba menjelaskan melalui dalil-dalil naqli dan 'aqli segala hal yang berkaitan dengan Tuhan. Dalam makalah ini, penyusun mencoba menjelaskan nama-nama lain dari ilmu tauhid, pengertian serta alasan penamaannya dengan nama tersebut.

Latar Belakang dan Ruang Lingkup Ilmu Sosial Dasar


LATAR BELAKANG DAN RUANG LINGKUP ILMU SOSIAL DASAR

oleh: Ahmad Putra Dwitama

PENDAHULUAN
Berbagai permasalahan-permasalahan terasa seperti suatu keharusan yang mengiringi perjalanan kehidupan manusia di muka bumi. Semakin tua usia bumi ini, semakin padat penduduk bumi ini, dapat berarti semakin kompleks pula permasalahan yang timbul. Masalah ekonomi, yang mencakup kemiskinan, pengangguran, masalah kepadatan penduduk, masalah politik dan segudang permasalahan lainnya. Mengantarkan manusia sebagai makhluk yang berakal untuk selalu berfikir untuk memecahkan permasalahan yang pada hakikatnya merupakan hasil dari perbuatannya sendiri.

Interaksi Antara Filsafat, Ilmu dan Agama


INTERAKSI FILSAFAT, ILMU DAN AGAMA

oleh: Ahmad Putra Dwitama


PENDAHULUAN
Perjalanan filsafat dari abad-keabad, dari masa-kemasa, dari peradaban yang satu ke peradaban yang lain telah membuktikan dan memperkuat pengakuan dan eksistensi keberadaan  filsafat serta kemustahilan untuk mengelak dari berfilsafat. Pasang-surut perjalanan filsafat dari era Yunani hingga era Modern telah terbukti ikut andil dalam proses perkembangan pola pikir, ilmu pengetahuan, budaya, etika dan tingkah-laku bahkan konsep ketuhanan.
 Tercatat dalam perjalanannya, kritik-kritik yang bertujuan melemahkan filsafat -terutaman dalam masalah toelogi- begitu deras bahkan keras. Kritikan tajam seorang Imam al-Ghozali terhadap para filosuf yang dituangkan dalam "Tahafut al-Falasifah" seakan memperkuat dan mendukung para penolak filsafat.
sebagai pokok dari segala ilmu pengetahuan –walaupun pada akhirnya ilmu pengetahuan itu berdiri sendiri dan melepaskan diri dari filsafat- tidak mudah untuk meragukan keberadaan filsafat, tidak mudah bahkan mustahil untuk meragukan relasi dan sinergi antara filsafat dengan ilmu, bahkan antara filsafat dengan agamapun saling terkait.