22/11/14

Kenangan Terindah

Subuh, 24/10/14
oleh: Ahmad Putra Dwitama

Semua manusia yang terlahir dari rahim seorang ibu, tak terkecuali arjuna, sengkuni atau orang hebat manapun, Nabi sekalipun, secara normal semua terlahir dalam keadaan menangis.
Sedangkan orang disekitarnya, bapak ibunya, dokter dan saudara-saudaranya tersenyum senang, tertawa gembira karena bayi yang sekian lama dikandung ibunya dalan susah yang bertambah telah lahir dengan selamat, lengkap semua organ tubuhnya. Semua orang senang, sedangkan bayi menangis.
Keadaan bisa sama atau sebaliknya ketika bayi tadi tumbuh dan pada akhirnya meninggal. Bayi yang saat dewasanya, saat hidupnya di dunia banyak beramal sholeh, melakukan hal-hal yang bermanfaat, menciptakan hal-hal baru, inovasi baru, temuan baru, meninggalkan kenangan-kenangan yang baik, keadaan yang terjadi adalah sebaliknya. Semua orang sekitarnya menangis sedih, meratap seakan tak mau menerima kepergian, disebabkan semua kenangan indah dan bermanfaat selama hidupnya, sedangkan dirinya, di alam sana, tersenyum senang, menikmati hasil dari amal kebajikannya.
Namun keadaan juga dapat sama seperti keadaan awal. Ketika hidup suka mengganggu orang, berbuat kekacauan, akhlak buruk, mengganggu ketentraman orang lain, dan segudang perbuatan buruk lain, maka kenangan yang ditinggalkan adalah kenangan buruk, maka yang terjadi semua orang di sekitarnya tersenyum bahkan tertawa senang karena si pengacau telah tiada, dan dirinya, di alam sana merintih sedih penuh penyesalan, di siksa dalam panasnya neraka akibat amal Keburukannya selama hidup.
Nabipun pernah bertanya pada para sahabatnya ketika melihat orang membawa "kereta kencana" di pundak; "a mustariihun huwa am mustaraah?."
Penyairpun berkata dalam syairnya;
ولدتك امك ياابن ادم باكيا # والناس حولك يضحكون سرورا
احرص علي عمل تكون به إذا # يبكون حولك ضاحكا مسرورا